Siapa yang memegang uang dia adalah penguasa. tetapi Gardfield, presiden AS, yang ditembak mati setelah melawan kekuasaan bankir pengatur uang di AS mengatakan, siapa yang mengendalikan volume uang disebuah negara adalah tuan sebenernya dari industri dan perdagangan.
Soal kekuasaan dan uang selalu meneteskan darah. Julius Caesar misalnya terbunuh, setelah mengambil kembali hak membuat koin emas dari tangan pedagang uang. Lincoln mati ditembak setelah menerbitkan mata uang "greenbacks" yang tanpa bunga dan utang dari bankir internasional. Jackson, yang berusaha melawan Second Bank Of The US coba dibunuh, namun gagal. Terakhir Kennedy dibunuh juga setelah mengeluarkan EO No. 11110 yang mengembalikan kekuasaan mencetak uang kepada pemerintah, tanpa melalui Federal Reserve.
Demikianlah, sejarah sudah menyatakan, setiap usaha untuk mengembalikan kontrol negara atas uang pasti berkahir dengan maut. Bankir internasional tidak pernah tinggal diam. Mereka menghalangi setiap upaya membongkar sistem bunga utang, yang terpaksa dibayar dengan menaikan pajak penghasilan rakyat AS.
Merekalah elit pengatur uang yang berpengalaman. Metreka ahli dalam mengatur saat yang tepat membuat uang over-supply, memaksa likuiditas kering dan memanen aset perusahaan yang gagal bayar (bangkrut) akibat bunga utang dan tiadanya likuiditas disaat diperlukan. Jika upaya mereka dilawan, yang ada adalah krisis finansial, kelumpuhan sektor riil (deprsi), keterjebakan negara pada utang, bahkan perang. Krisis semacam ini telah berulang sejak tahun 1553 dan 1815 di Inggris, dan berturut-turut pada tahun 1833, 1866, 1877, 1891, 1907 dan 1929 di AS.
Kontrol uang di AS masih dipegang Federal Reserver. uniknya kontrol itu disahkan 22 Desember 1913 saat sebagaian senat liburan natal. The Fed "dimiliki secara privat" oleh elit bankir swasta di London, New York, Berlin, Hamburg, Amesterdeam, Paris, dan Italia yang dikuasai Zionis Internasional.
Disarikan : Majalah EXPAND Edisi 16 feb - 02 Maret 2009, Hal. 51.
Soal kekuasaan dan uang selalu meneteskan darah. Julius Caesar misalnya terbunuh, setelah mengambil kembali hak membuat koin emas dari tangan pedagang uang. Lincoln mati ditembak setelah menerbitkan mata uang "greenbacks" yang tanpa bunga dan utang dari bankir internasional. Jackson, yang berusaha melawan Second Bank Of The US coba dibunuh, namun gagal. Terakhir Kennedy dibunuh juga setelah mengeluarkan EO No. 11110 yang mengembalikan kekuasaan mencetak uang kepada pemerintah, tanpa melalui Federal Reserve.
Demikianlah, sejarah sudah menyatakan, setiap usaha untuk mengembalikan kontrol negara atas uang pasti berkahir dengan maut. Bankir internasional tidak pernah tinggal diam. Mereka menghalangi setiap upaya membongkar sistem bunga utang, yang terpaksa dibayar dengan menaikan pajak penghasilan rakyat AS.
Merekalah elit pengatur uang yang berpengalaman. Metreka ahli dalam mengatur saat yang tepat membuat uang over-supply, memaksa likuiditas kering dan memanen aset perusahaan yang gagal bayar (bangkrut) akibat bunga utang dan tiadanya likuiditas disaat diperlukan. Jika upaya mereka dilawan, yang ada adalah krisis finansial, kelumpuhan sektor riil (deprsi), keterjebakan negara pada utang, bahkan perang. Krisis semacam ini telah berulang sejak tahun 1553 dan 1815 di Inggris, dan berturut-turut pada tahun 1833, 1866, 1877, 1891, 1907 dan 1929 di AS.
Kontrol uang di AS masih dipegang Federal Reserver. uniknya kontrol itu disahkan 22 Desember 1913 saat sebagaian senat liburan natal. The Fed "dimiliki secara privat" oleh elit bankir swasta di London, New York, Berlin, Hamburg, Amesterdeam, Paris, dan Italia yang dikuasai Zionis Internasional.
Disarikan : Majalah EXPAND Edisi 16 feb - 02 Maret 2009, Hal. 51.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar