Hadirin yang kami hormati!
Salam sejahterah dari rakyat kami di tanah Papua!
Saat ini rakyat Papua sangat prihatin, gelisah dan marah! Karena sudah terbayang kesulitan pelayanan kesehatan rakyat Papua dibawah Menteri Kesehatan Agen Namru-2, Endang Rahayu Sedyaningsih, yang sengaja di pasang oleh Imperialis Amerika dan disetujui oleh Presiden SBY!
Sudah puluhan tahun rakyat Papua menderita dibiarkan tertinggal dibidang kesehatan. Sementara sumber daya alam kami dibiarkan dirampas oleh perusahaan-perusahaan asing seperti Freeport Mc Moran dan lain sebagainya. Sementara, pemerintah pusat menerima keuntungan dari perusahaan-perusahaan asing itu tanpa memikirkan penderitaan kami rakyat Papua terutama dibidang kesehatan !
Sebagian politisi di Jakarta puluhan tahun memperkaya diri menjual penderitaan kami rakyat Papua, menggantikannya dengan pundi-pundi rupiah dan dollar, sementara anak-anak kami sakit, lapar kemudian mati. Belum lagi, teror atas nama keamanan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang membuat rakyat Papua hidup dalam ketakutan!
Disamping semua itu, berbagai penyakit menular, tidak pernah serius di atasi pemerintah pusat, dibiarkan menyerang, membunuh rakyat Papua. Dari penyakit Malaria, TBC, sampai HIV/AIDS, terus berkembang merengut keluarga kami. Wajar kalau orang Papua menganggap bahwa kami sedang dibunuh pelan-pelan dalam satu genosida dengan menggunakan penyakit menular !
Hingga suatu saat, seorang ibu dokter Siti Fadilah Supari, yang pada waktu itu sebagai Menteri Kesehatan memberikan harapan baru bagi kehidupan kami orang Papua. Kami memanggil Siti Fadilah sebagai Mama Papua. Ibu yang menyelamatkan hidup orang Papua.
Semenjak gempa bumi di Papua November 2004, Siti Fadilah Supari telah menunjukkan perhatian dan ketulusannya membantu rakyat kami yang menderita akibat bencana alam. Karena cinta kasihnya pada rakyat, khususnya pada kami rakyat Papua, seluruh perhatiannya dicurahkan dalam program SAVE PAPUA atau SELAMATKAN PAPUA.
Program SAVE PAPUA ini bertujuan menyelamatkan rakyat Papua dari pemusnahan sistimatis oleh Kapitalisme Internasional dengan menggunakan berbagai penyakit menular seperti HIV/AIDS. Puluhan bahkan ratusan dokter dari luar Papua diperintahkan untuk mendidik relawan di Papua dan mengunjungi rumah dan honai diberbagai pelosok hutan Papua. Dokter dan relawan bertugas memeriksa dan mengobati rakyat Papua dari berbagai penyakit menular.
Hadirin yang kami hormati!
Kami masih ingat Siti Fadilah pernah berkata, “Kalian rakyat Papua adalah saudara-saudaraku, anak-anakku juga. Tidak boleh ada pembiaran kesehatan yang akhirnya membunuh rakyat Papua!”
Tidak pernah ada pejabat setingkat menteri yang punya komitmen, pikiran dan kerja seperti Mama Fadilah ini. Sebanyak 2 juta lebih rakyat Papua dibebaskan pembiayaan kesehatannya dibayar oleh negara. Siti Fadilah pernah berkata bahwa tidak boleh ada pungutan biaya kesehatan, apapun pada rakyat Papua di semua rumah sakit, bukan hanya di Papua tetapi diseluruh Indonesia. Kebijakan Mama Fadilah ini disambut luar biasa dengan suka cita oleh rakyat kami, yang selama ini kesulitan berobat kalau jatuh sakit.
Pada tahun 2008, terjadi kematian puluhan rakyat Papua akibat diare di Nabire, Dogiyai dan Paniai, karena racun yang dibuat perusahaan asing yang hendak merampas tanah adat rakyat kami. Siti Fadilah segera datang ke Nabire untuk memastikan semua rakyat di daerah kami selamat dari kejahatan perusahaan tambang asing tersebut. Puluhan dokter turun mengobati rakyat yang sakit dan mengadakan penyelidikan. Pelaku-pelaku pencemar mata air rakyat ditangkap dan diproses secara hukum. Siti Fadilah juga memastikan obat-obatan dan tenaga kesehatan di puskesmas dan puskesmas pembantu di pelosok-pelosok Papua sampai keperbatasan dengan Papua Nugini dan mengirim kader-kader DKR Papua menjalankan program SAVE PAPUA.
Siti Fadilah juga yang berhasil berjuang menutup Laboratorium Marinir Amerika Namru-2 yang beroparasi di Papua mengambil darah rakyat Papua. Saya perlu tegaskan sekali lagi disini bahwa kehadiran Namru-2 tidak memberikan manfaat apapun pada rakyat Indonesia apalagi bagi rakyat Papua. Malahan penyakit menular seperti Malaria dan HIV/AIDS semakin meningkat dan mengganas sejak keberadaan Namru-2 di Papua.
Hadirin yang kami hormati!
Dalam setiap kunjungannya ke Papua, Siti Fadilah selalu menyampaikan salam dari Presiden SBY. Dalam pandangan Siti Fadilah pada waktu itu, sepertinya Presiden SBY memang pemimpin yang mencintai rakyatnya khususnya rakyat Papua. Sehingga rakyat Papua yang tadinya sangat anti pada militer, perlahan-lahan mulai percaya pada SBY. Hanya karena kerja kongkrit Siti Fadilah Sebagai Menteri Kesehatan pada waktu itu. Sehingga sewaktu Pemilu 2009 lalu rakyat Papua 80% memilih Demokrat dan SBY Boediono sebagai presiden ! Rakyat Papua waktu itu berharap Menteri Kesehatan Fadilah akan dapat memperjuangkan kesehatan rakyat Indonesia khususnya rakyat Papua.
Namun ternyata, SBY memilih tunduk pada tuan-tuannya di Amerika yang menunjuk Agennya, Endang Rahayu sebagai Menteri Kesehatan menggantikan Siti Fadilah.
Kami rakyat Papua semula tidak mengerti mengapa SBY yang rakyat kami pilih justru memilih mantan pegawai Namru-2 sebagai Menteri Kesehatan. Belum sebulan bekerja, Endang sudah mengumumkan pembubaran Jamkesmas dan digantikan dengan sistim Asuransi yang akan memungut premi dari rakyat. Vagaimana nasib 76 juta rakyt miskinyang selama ini sudah dilayani oleh program Jamkesmas!
Menkes Endang Rahayu juga mengumumkan akan membuka kembali kerjasama dengan Namru-2. Belakangan dia meralat pernyataan ini dengan menggunakan sistim kerjasama baru dengan Amerika, melanjutkan program Siti Fadilah.
Belum sebulan lagi, dalam program seratus harinya Menkes Endang telah sukses! Sukses membunuh 15 orang dan mengakibatkan kesakitan 800-an orang rakyat di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dalam program pengobatan pencegahan kaki gajah bekerjasama dengan WHO dengan menggunakan obat produksi Glaxo Smite Kline, sebuah perusahaan Amerika. Atas nama rakyat Papua kami berduka cita atas kematian saudara-saudara kami di Jawa barat!
Akhirnya kami mengerti! Kita semua mengerti! bahwa ternyata tugas Endang bukan hanya untuk membubarkan semua progam kesehatan dibidang kesehatan yang telah dirintis oleh Siti Fadilah, tetapi juga menjadi kan rakyat sebagai kelinci percobaan obat-obatan asing yang bisa membunuh.
Hadirin sekalian!
Pada hari ini kita hadir bersama-sama berkumpul untuk mendeklarasikan komitmen kita rakyat Indonesia termasuk didalamnya rakyat Papua untuk tetap berjuang membela hak-hak rakyat yang akan dirampas kembali oleh pemerintah yang lalim sengaja membunuh rakyatnya atas nama program seratus hari.
Kalau begini caranya, rakyat tidak boleh diam!
Kami rakyat Papua mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menolak semua program kesehatan yang merugikan dan membunuh rakyat!
Kami rakyat Papua juga mengajak seluruh rakyat untuk mencabut dukungannya pada SBY-Boediono dan pemerintahannya yang tidak jujur dan menyengsarakan rakyat. Karena mereka adalah boneka kepentingan kapitalisme internasional yang sudah rontok oleh krisis global!
Kami juga menyerukan pada seluruh rakyat Indonesia untuk melanjutkan perjuangan Siti Fadilah Supari.
Kami meminta Polisi Republik Indonesia memeriksa dan menangkap Menkes Endang Rahayu dan agen-agen WHO yang terlibat dalam pengobatan kaki gajah di Jawa Barat.
Akhirnya, Mama Fadilah,….. terima kasih untuk semua perjuangan mama selama ini untuk rakyat . Sekarang saatnya kami rakyat Indonesia melanjutkan perjuanganmu!
Dirikankan SFUR diseluruh Indonesia, agar perjuangan Siti Fadilah, menjadi bendera perjuangan rakyat diseluruh pelosok Indonesia, memimpin rakyat merebut kedaulatannya yang sejati dari tangan antek-antek dan boneka Amerika!
Salam hormat dari kami rakyat Papua! Terima kasih!