SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI !

SFUR, adalah organisasi yang didirikian oleh mantan pasien Pengguna JAMKESMAS, Gakin, dan SKTM. Nama Siti Fadillah digunakan sebagai simbol dan spirit perjuangan SFUR Dalam mempertahankan hak-hak rakyat miskin yang selama ini sudah didapat dan memperjuangkan hak-hak rakyat yang selama ini belum didapat. Siti Fadillah dengan ke konsistenannya membela rakyat miskin, adalah idola baru bagi kami yang juga menjadi pemimpin baru bagi kami rakyat miskin. Kegigihan beliau dalam melindungi rakyat, membuat beliau satu-satunya tokoh yang berani dan tegas terhadap penindasan pihak asing.
Bergabunglah juga di Facebook :sfurpeople@gmail.com dan groups Siti Fadillah Untuk Rakyat di :
http://www.facebook.com/group.php?v=app_2373072738&gid=200986556857#/group.php?gid=200986556857

Jumat, 04 Desember 2009

Pemerintah Tak Seriusi Kesehatan Orang Papua

Thursday, 03 December 2009 10:48

JUBI --- Berbagai penyakit menular tidak pernah serius ditangani pemerintah, malah dibiarkan menyerang, dan membunuh rakyat Papua. Dari penyakit Malaria, TBC, Diare, sampai HIV/AIDS, terus berkembang merenggut orang Papua.

“Wajar kalau orang Papua menganggap bahwa kami sedang dibunuh pelan-pelan menggunakan penyakit menular,” ujar Nelles Dogomo, Pengurus Nasional Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Desk Papua saat acara pengukuhan Siti Fadillah Untuk Rakyat (SFUR) di Menteng, Jakarta, Kamis (3/12).

Nelles berpendapat, kekayaan alam Papua terus saja dikeruk. Tapi rakyat Papua tak mendapat hasil yang memuaskan.

“Saat ini rakyat Papua sangat prihatin, gelisah dan marah karena sudah terbayang kesulitan pelayanan kesehatan rakyat Papua dibawah Menteri Kesehatan baru yang sengaja dipasang oleh imperialis Amerika dan disetujui oleh Presiden SBY.”
Menurutnya, berbeda dengan Siti Fadilah Supari, kementerian sekarang tak memberi harapan bagi kehidupan orang Papua.

“Kami bahkan memanggil Siti Fadilah sebagai Mama Papua, seorang ibu yang menyelamatkan hidup orang Papua.”
Karya nyata seorang Siti Fadilah terbukti semenjak gempa bumi di Papua November 2004, ia telah menunjukkan perhatian dan ketulusannya membantu rakyat yang menderita akibat bencana alam.

“Karena cinta kasihnya pada rakyat, khususnya pada kami rakyat Papua, seluruh perhatiannya dicurahkan dalam program ‘Save Papua” atau Selamatkan Papua,” imbuh Dogomo. (Markus You)

sumber :http://tabloidjubi.com/index.php?option=com_content&view=article&id=4101:pemerintah-tak-seriusi-kesehatan-orang-papua&catid=42:seputar-tanah-papua&Itemid=65

DEKLARASI SITI FADILLAH UNTUK RAKYAT (SFUR)





DEKLARASI SITI FADILLAH UNTUK RAKYAT (SFUR)





MEDIA MELIPUT DEKLARASI SFUR

1. http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/12/03/11183923/siti.fadilah.untuk.rakyat.sfur.dibentuk.hari.ini

2. http://news.okezone.com/read/2009/12/03/337/281385/337/eks-pasien-jamkesmas-bentuk-lsm-siti-fadilah

3. http://news.okezone.com/read/2009/12/03/337/281281/337/pensiun-jadi-menkes-siti-fadilah-bikin-lsm

4. http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/siti-fadilah-diapresiasi/

Pidato Ketua Umum SFUR : AMIR SYARIFUDDIN


Ass wr wb
Salam Sejahtera untuk kita semua

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan rahmatnya kita bisa berkumpul disini dalam acara Deklarasi Siti Fadillah Untuk Rakyat (SFUR).
Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada Anggota dewan DRPD Depok dan DKI yang kami muliakan.Tak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada para undangan yang juga datang dalam acara ini, dan juga kawan-kawan SFUR yang datang dari DKI Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor dan Tangerang.

Perkenalkan nama saya Amir Syarifuddin, yang kebetulan ditunjuk sebagai ketua umum dalam rapat pembentukan Siti Fadillah Untuk Rakyat di Tugu Proklamasi 1 bulan yang lalu.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan kawan-kawan semua…..


SFUR berdiri berawal dari sebuah kegelisahan kami sebagai rakyat miskin yang selama ini hak-hak kami untuk hidup sehat telah diberikan dan dijamin melalui program JAMKESMAS lewat kebijakan yang dijalankan oleh Ibu Siti Fadillah. Melalui program tersebutlah maka kami yang dulunya ketika sakit hanya tinggal menunggu ajal karena mahalnya biaya untuk pengobatan, namun lewat program tersebut kami rakyat miskin ini menjadi memiliki harapan hidup karena ketika kami sakit pemerintah dalam? hal ini departemen kesehatan dibawah kepemimpinan Ibu melalui program JAMKESMAS-nya telah banyak menolong kami rakyat miskin.

Apalagi dalam kenyataannya program jaminan kesehatan ternyata tidak hanya terbatas pada rakyat miskin yang menjadi peserta JAMKESMAS namun juga terhadap rakyat miskin yang menggunakan jaminan kesehatan program pemerintah daerah baik itu GAKIN ataupun SKTM, yang kadang tidak 100 % memberikan jaminannya kepada rakyat miskin. Hal inipun masih beliau perjuangkan untuk mendapatkan jaminan 100 % !

Penyusunan kabinet yang dilakukan oleh presiden SBY, dimana banyak tokoh-tokoh menteri yang prestasinya sungguh luar biasa dan telah mengharumkan nama bangsa di percaturan dunia malah tidak dipilih lagi. Termasuk juga Ibu Siti Fadillah yang namanya tidak lagi masuk dalam kabinet yang disusun oleh SBY, jelas membuat kami khawatir dan gelisah terutama terhadap kelanjutan JAMKESMAS. Apalagi yang kami tahu melalui media massa bahwa menteri-menteri dalam KIB II ini sangat jauh kepekaannya terhadap nasib rakyat. Dan pelan tapi pasti program tersebut pasti akan dihentikan atau minimal dikurangi jumlah anggarannya karena program tersebut bertolak belkang dengan watak dan sifat mereka yang lebih suka melayani orang asing daripada melayani rakyat miskinnya sendiri.

Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, dan Kawan-kawan SFUR yang saya hormati…

Dari kondisi diatas tersebutlah, maka kami kurang lebih satu bulan yang lalu berkumpul dibawah teriknya matahari di Tugu Proklamasi Jakarta Pusat. Disana kami mendiskusikan akan hak-hak yang telah rakyat miskin dapat, dan apa yang harus kita lakukan untuk mempertahankan terhadap hak-hak yang telah kami dapat tersebut dan juga berjuang untuk mendapat hak-hak kami yang lainnya.
Maka kami telah bersepakat untuk mendirikan wadah yang dapat kami gunakan sebagai alat perjuangan kami. Dan wadah tersebut kami namakan Siti Fadillah Untuk Rakyat atau yang disingkat SFUR.

Mengapa nama Siti Fadillah yang kami gunakan ?

Selain kebetulan kami adalah orang-orang yang begitu merasakan bermanfaatnya kebijakan-kebijakan yang dijalankan oleh beliau saat menjadi menteri kesehatan. Kami juga merasa bahwa semangat dan kegigihannya dalam memperjuangkan nasib bangsa sangat patut kami teladani.

Sehingga nama beliau kami gunakan sebagai simbol semangat kami dalam mempertahankan dan memperjuangkan hak-hak kami. Dan kami berharap Selama kami melangkah maka kami akan selalu terinspirasi dengan kegigihan beliau untuk tetap berjuang demi hak-hak rakyat, sehingga kedaulatan rakyat dapat terwujud.

Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, dan Kawan-kawan SFUR yang saya hormati….

Saya selaku Ketua Umum SFUR, memohon dukungan moril kepada Bapak-Bapak, dan Ibu-Ibu yang kami muliakan ini. Agar kami bisa tetap teguh dalam berjuang menegakan keadilan dan merebut hak-hak kesejahteraan kami yang telah diamanatkan dalam UUD Negara kita.
Demikianlah, terima kasih atas perhatian bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian saya ucapkan terima kasih. Wasalammu ‘alaikum Wr Wb

DEKLARASI SITI FADILLAH UNTUK RAKYAT (SFUR)


Gedung Trisula Perwari, 3 Desember 2009
Jam 10.00 - 13.00 wib

Pada hari ini kamis 3 Desember 2009, kami yang terdiri dari mantan-mantan pasien yang telah merasakan betapa bermanfaatnya program-program yang dijalankan oleh Ibu Siti Fadillah pada saat menjadi menteri kesehatan. Telah berhimpun dalam sebuah wadah yang bernama Siti Fadillah Untuk Rakyat (SFUR).

Wadah yang kami dirikan ini adalah sebagai sebuah bentuk pengerucutan kegelisahan kami, dimana sejak pemerintahan SBY tidak lagi menunjuk beliau sebagai menteri kesehatan. Kegelisahan akan sebuah program yang begitu nyata dan terasa bagi kami, rakyat miskin. Yaitu program jaminan kesehatan gratis yang dicanangkan beliau melalui Jamkesmas.

Dengan wadah ini kami berharap dapat berperan serta aktif dalam memperjuangkan hak-hak rakyat miskin dibidang kesehatan, terutama berjuang untuk mempertahankan JAMKESMAS agar tetap berlangsung dengan baik, seperti pada saat Siti Fadillah menjadi menteri kesehatan. Selain juga tentunya hak-hak rakyat miskin dibidang lainnya.

Nama Siti Fadillah, kami gunakan sebagai simbol semangat dan simbol perlawanan terhadap ketidak adilan. Dimana selama beliau menajdi menteri telah menorehkan sejarah yang berarti bagi rakyat miskin di negeri ini. Dia mampu mengubah sesuatu yang sepertinya niscaya, menjadi nyata di negeri ini.

Misalnya, melalui kebijakan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan obat murah, nyawa dan kehidupan rakyat miskin masih bisa tersambung kembali. Kebijakan seperti ini tidak pernah kita saksikan sejak berdirinya republik ini. Dari sejak dulu, para penguasanya menjadi kaki tangan asing yang tidak menginginkan rakyatnya mandiri. Dengan menggunakan dalih bahwa subsidi membebani keuangan negara, mereka sebenarnya justru sedang menikmati keuntungan dari menggadaikan bangsa ini.

Selain itu Siti Fadillah juga telah mengangkat bangsa ini dihadapan bangsa-bangsa lainnya di dunia. Melalui perjuangan beliau di WHO – PBB dengan berhasil mengangkat Negara-negara berkembang dan terbelakang untuk setara dalam kerjasama dengan Negara-negara maju.

Sekarang bisa kita lihat, tampaknya penguasa negeri ini tak punya hati. Janji kampanye untuk melayani rakyat ternyata hanya slogan kosong. Kebijakan yang pro rakyat miskin kini mulai diotak-atik kembali oleh antek-antek neolib yang sedang mencengkeram tanah air yang direbut dengan susah payah, dengan air mata, dan dengan darah yang tertumpah. Dengan menggunakan media seminar maupun pembentukan opini di media, mereka tak malu-malu mengatakan, ingin mencabut kembali apa yang telah diterima rakyat dari Siti Fadilah Supari. Para penguasa ingin mencabut Jamkesmas yang nyata-nyata memberikan dampak langsung kepada rakyat miskin.

Tak hanya itu, penguasa ini juga telah tega menjual hidup dan masa depan rakyatnya kepada tuan-tuan asingnya. Bahkan tak ragu-ragu, penguasa berani menghabisi nyawa rakyatnya lewat proyek-proyek percobaan biologis.

Lihat saja, sampel darah rakyat dengan mudah dijual pada asing. Tak hanya itu. Baru-baru ini, rakyat tak berdosa mati dan ratusan orang tergeletak tak berdaya karena dijadikan kelinci percobaan penanganan penyakit kaki gajah (filariasis).

Melihat ini semua, kami dari SFUR mendukung penuh Siti Fadilah Supari untuk menjadi pemimpin rakyat. Dia sudah terbukti melayani rakyat. Dan dengan tegas berani mengatakan TIDAK ! terhadap pihak asing yang selalu mendikte negeri ini.

Demikianlah mengapa nama Siti Fadillah kami gunakan dalam wadah ini. SFUR sendiri tak hanya berhenti dengan pendeklarasian saja. Karena SFUR dalam waktu dekat ini juga akan segera berdiri di kota-kota di wilayah Nusantara.

Dan akhirnya kami berharap deklarasi ini adalah sebagai langkah awal kami, untuk berperan serta secara aktif dalam melakukan perjuangan bersama-sama dengan elemen rakyat lainnya untuk mempertahankan hak-hak rakyat miskin yang telah didapat, dan merebut hak-hak rakyat miskin yang belum dipenuhi.

Hidup Rakyat !

Hidup SFUR !

Idola Baru, Pemimpin Baru !

Lawan Neokolim !

Jakarta, 3 Desember 2009

dibacakan oleh : SUROSO (Sekretaris SFUR)