Thursday, 03 December 2009 10:48
JUBI --- Berbagai penyakit menular tidak pernah serius ditangani pemerintah, malah dibiarkan menyerang, dan membunuh rakyat Papua. Dari penyakit Malaria, TBC, Diare, sampai HIV/AIDS, terus berkembang merenggut orang Papua.
“Wajar kalau orang Papua menganggap bahwa kami sedang dibunuh pelan-pelan menggunakan penyakit menular,” ujar Nelles Dogomo, Pengurus Nasional Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Desk Papua saat acara pengukuhan Siti Fadillah Untuk Rakyat (SFUR) di Menteng, Jakarta, Kamis (3/12).
Nelles berpendapat, kekayaan alam Papua terus saja dikeruk. Tapi rakyat Papua tak mendapat hasil yang memuaskan.
“Saat ini rakyat Papua sangat prihatin, gelisah dan marah karena sudah terbayang kesulitan pelayanan kesehatan rakyat Papua dibawah Menteri Kesehatan baru yang sengaja dipasang oleh imperialis Amerika dan disetujui oleh Presiden SBY.”
Menurutnya, berbeda dengan Siti Fadilah Supari, kementerian sekarang tak memberi harapan bagi kehidupan orang Papua.
“Kami bahkan memanggil Siti Fadilah sebagai Mama Papua, seorang ibu yang menyelamatkan hidup orang Papua.”
Karya nyata seorang Siti Fadilah terbukti semenjak gempa bumi di Papua November 2004, ia telah menunjukkan perhatian dan ketulusannya membantu rakyat yang menderita akibat bencana alam.
“Karena cinta kasihnya pada rakyat, khususnya pada kami rakyat Papua, seluruh perhatiannya dicurahkan dalam program ‘Save Papua” atau Selamatkan Papua,” imbuh Dogomo. (Markus You)
sumber :http://tabloidjubi.com/index.php?option=com_content&view=article&id=4101:pemerintah-tak-seriusi-kesehatan-orang-papua&catid=42:seputar-tanah-papua&Itemid=65
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar