SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI !

SFUR, adalah organisasi yang didirikian oleh mantan pasien Pengguna JAMKESMAS, Gakin, dan SKTM. Nama Siti Fadillah digunakan sebagai simbol dan spirit perjuangan SFUR Dalam mempertahankan hak-hak rakyat miskin yang selama ini sudah didapat dan memperjuangkan hak-hak rakyat yang selama ini belum didapat. Siti Fadillah dengan ke konsistenannya membela rakyat miskin, adalah idola baru bagi kami yang juga menjadi pemimpin baru bagi kami rakyat miskin. Kegigihan beliau dalam melindungi rakyat, membuat beliau satu-satunya tokoh yang berani dan tegas terhadap penindasan pihak asing.
Bergabunglah juga di Facebook :sfurpeople@gmail.com dan groups Siti Fadillah Untuk Rakyat di :
http://www.facebook.com/group.php?v=app_2373072738&gid=200986556857#/group.php?gid=200986556857

Jumat, 14 Mei 2010

Warga Miskin Berobat Gratis * Melalui Jamkesmas

PANGKALPINANG, BANGKA POS -- Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Siti Fadilah Supari menyebutkan, semua warga miskin berhak berobat gratis dengan kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas).
Jamkesmas berlaku untuk semua jenis penyakit dan berlaku di seluruh rumah sakit peserta Jamkesmas. Sehingga, tidak ada lagi warga miskin yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Waktu saya jadi Menkes, Jamkesmas gratis berobat. Tapi seminggu saya lengser, saya dengar ada perubahan. Saya mengimbau kepada Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Babel membantu hak-hak orang berobat,” kata Siti yang kini menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), Kamis (18/2) di Wisma Aksi.

Siti hadir untuk meresmikan Musyawarah Wilayah (Muswil) I DKR Babel. Hadir pada kesempatan itu Kepala Dinkes Babel Hendra Kusumajaya serta ratusan warga Babel.

Tetapi pernyataan Siti tersebut bertolak belakang dengan kondisi di masyarakat. Masih ditemukan warga kurang mampu yang kesulitan mendapatkan sentuhan medis. Seperti yang dialami Sri Dewi (28) penderita tumor ganas di payudara kirinya. Dia hanya pasrah terbaring di rumah sakit setelah setahun menderita tumor.

Serupa diderita Muda (tujuh bulan) warga Pagarawan I, Merawang yang ditumbuhi tumor di pipi kirinya. Seusianya itu, Muda baru satu kali diperiksa di rumah sakit.

Dua penderita itu sedikit kasus warga miskin tak berdaya karena himpitan ekonomi keluarga. Padahal, jika memang pemerintah konsisten menjalankan undang-undang dan kebijakan maka kisah Sri dan Muda tidak perlu terjadi.

“Kebijakan pemerintah baik. Jamkesmas merupakan kebijakan visioner dan waktu saya Menkes satu banding sepuluh APBN untuk kesehatan. Tetapi masih saja terjadi pelanggaran itu di tingkat pelaksanaan,” kilah Siti saat ditanya wartawan soal terbatasnya pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu.

Sebagai Ketua Umum DKR dia memerintahkan DKR di Babel menguasai masalah kesehatan. Sehingga mampu mengawasi dan membantu warga miskin mendapatkan hak untuk berobat.

Sementara itu Ketua DKR Babel Ranto Budi alias Uday mengatakan, pihaknya mendesak pemda membangun Malaria Center untuk pengobatan malaria, DBD dan cikungunya.

Pihaknya tetap mendukung realisasi anggaran Jamkesmas ke seluruh rumah sakit umum di Babel.
“Kami mendesak pelaku tambang untuk alokasikan dana CSR guna menjamin dana kesehatan rakyat miskin,”tegas Uday.(day)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar