Gedung Trisula Perwari, 3 Desember 2009
Jam 10.00 - 13.00 wib
Pada hari ini kamis 3 Desember 2009, kami yang terdiri dari mantan-mantan pasien yang telah merasakan betapa bermanfaatnya program-program yang dijalankan oleh Ibu Siti Fadillah pada saat menjadi menteri kesehatan. Telah berhimpun dalam sebuah wadah yang bernama Siti Fadillah Untuk Rakyat (SFUR).
Wadah yang kami dirikan ini adalah sebagai sebuah bentuk pengerucutan kegelisahan kami, dimana sejak pemerintahan SBY tidak lagi menunjuk beliau sebagai menteri kesehatan. Kegelisahan akan sebuah program yang begitu nyata dan terasa bagi kami, rakyat miskin. Yaitu program jaminan kesehatan gratis yang dicanangkan beliau melalui Jamkesmas.
Dengan wadah ini kami berharap dapat berperan serta aktif dalam memperjuangkan hak-hak rakyat miskin dibidang kesehatan, terutama berjuang untuk mempertahankan JAMKESMAS agar tetap berlangsung dengan baik, seperti pada saat Siti Fadillah menjadi menteri kesehatan. Selain juga tentunya hak-hak rakyat miskin dibidang lainnya.
Nama Siti Fadillah, kami gunakan sebagai simbol semangat dan simbol perlawanan terhadap ketidak adilan. Dimana selama beliau menajdi menteri telah menorehkan sejarah yang berarti bagi rakyat miskin di negeri ini. Dia mampu mengubah sesuatu yang sepertinya niscaya, menjadi nyata di negeri ini.
Misalnya, melalui kebijakan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan obat murah, nyawa dan kehidupan rakyat miskin masih bisa tersambung kembali. Kebijakan seperti ini tidak pernah kita saksikan sejak berdirinya republik ini. Dari sejak dulu, para penguasanya menjadi kaki tangan asing yang tidak menginginkan rakyatnya mandiri. Dengan menggunakan dalih bahwa subsidi membebani keuangan negara, mereka sebenarnya justru sedang menikmati keuntungan dari menggadaikan bangsa ini.
Selain itu Siti Fadillah juga telah mengangkat bangsa ini dihadapan bangsa-bangsa lainnya di dunia. Melalui perjuangan beliau di WHO – PBB dengan berhasil mengangkat Negara-negara berkembang dan terbelakang untuk setara dalam kerjasama dengan Negara-negara maju.
Sekarang bisa kita lihat, tampaknya penguasa negeri ini tak punya hati. Janji kampanye untuk melayani rakyat ternyata hanya slogan kosong. Kebijakan yang pro rakyat miskin kini mulai diotak-atik kembali oleh antek-antek neolib yang sedang mencengkeram tanah air yang direbut dengan susah payah, dengan air mata, dan dengan darah yang tertumpah. Dengan menggunakan media seminar maupun pembentukan opini di media, mereka tak malu-malu mengatakan, ingin mencabut kembali apa yang telah diterima rakyat dari Siti Fadilah Supari. Para penguasa ingin mencabut Jamkesmas yang nyata-nyata memberikan dampak langsung kepada rakyat miskin.
Tak hanya itu, penguasa ini juga telah tega menjual hidup dan masa depan rakyatnya kepada tuan-tuan asingnya. Bahkan tak ragu-ragu, penguasa berani menghabisi nyawa rakyatnya lewat proyek-proyek percobaan biologis.
Lihat saja, sampel darah rakyat dengan mudah dijual pada asing. Tak hanya itu. Baru-baru ini, rakyat tak berdosa mati dan ratusan orang tergeletak tak berdaya karena dijadikan kelinci percobaan penanganan penyakit kaki gajah (filariasis).
Melihat ini semua, kami dari SFUR mendukung penuh Siti Fadilah Supari untuk menjadi pemimpin rakyat. Dia sudah terbukti melayani rakyat. Dan dengan tegas berani mengatakan TIDAK ! terhadap pihak asing yang selalu mendikte negeri ini.
Demikianlah mengapa nama Siti Fadillah kami gunakan dalam wadah ini. SFUR sendiri tak hanya berhenti dengan pendeklarasian saja. Karena SFUR dalam waktu dekat ini juga akan segera berdiri di kota-kota di wilayah Nusantara.
Dan akhirnya kami berharap deklarasi ini adalah sebagai langkah awal kami, untuk berperan serta secara aktif dalam melakukan perjuangan bersama-sama dengan elemen rakyat lainnya untuk mempertahankan hak-hak rakyat miskin yang telah didapat, dan merebut hak-hak rakyat miskin yang belum dipenuhi.
Hidup Rakyat !
Hidup SFUR !
Idola Baru, Pemimpin Baru !
Lawan Neokolim !
Jakarta, 3 Desember 2009

Tidak ada komentar:
Posting Komentar